2011 ~ Go Green Go Etnopharmacy

Laman

Etnofarmasi

Etnofarmasi suku Tengger desa Ngadas kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang

Sabtu, 05 November 2011

Etnofarmasi Suku Tengger kecamatan Sukapura kabupaten Probolinggo

Dari penelitian Etnofarmasi ini didapatkan bahwa pengetahuan atau penggunaan obat tradisional pada Suku Tengger Kecamatan Sukapura yang terdiri dari 5 desa yaitu Desa Ngadirejo, Desa Ngadas, Desa Jetak,Desa Wonotoro, dan Desa Ngadisari telah terinventarisir 29 jenis penyakit dengan 60 resep tradisional serta terdapat 47 tumbuhan, 3 jenis hewan dan 5 bahan mineral alam yang digunakan sebagai pengobatan di Suku Tengger. Jenis-jenis penyakit yang diobati pada Suku Tengger adalah penyakit ringan yang sering terjangkit di kawasan tersebut. Bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan obat oleh Suku Tengger...

Sabtu, 24 September 2011

Etnofarmasi suku Tengger kecamatan Tosari kabupaten Pasuruan

Akhirnya saya dapat mengepostkan salah satu penelitian Etnofarmasi yaitu penelitian Etnofarmasi suku Tengger di daerah Pasuruan. Sudah lama saya ingin mengepostkannya, tapi kesibukan yang menghambat saya. Semoga saja posting ini dapat menambah pengetahuan jumlah obat tradisional yang masih dikenal dan dibudidayakn oleh masyarakat Tengger khususnya di daerah Pasuruan. Latar Belakang dan Tujuan dilakukannya penelitian etnofarmasi suku Tengger di daerah Pasuruan memiliki dasar yang sama dengan penelitian...

Flora dan Fauna di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Flora Di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terdapat kurang lebih 600 jenis flora, dan yang banyak dijumpai antara lain: mentigi (Vaccinium varingaefolium), akasia (Acacia decurrens), kemlandingan gunung (Albitzia lophanta), cemara gunung (Casuarina junghuniana) dan adas (Funiculum vulgare). Begitu juga di hutan Semeru bagian selatan terdapat 157 jenis anggrek seperti Malaxis purpureonervosa, Maleola witteana dan Liparis rhodochila. Di samping jenis-jenis di atas terdapat pula jenis tumbuhan pegunungan Tengger di antaranya pakis uling (Cyathea Tenggeriensis), putihan (Buddleja asiatica),...

Kamis, 15 September 2011

Peran Obat Tradisional Makin Menguat

Back to nature, itulah gaya hidup yang dalam sepuluh tahun terakhir berkembang pesat di dunia barat, termasuk dalam mengatasi masalah kesehatan dan kebugaran tubuh. Sebagaimana kecenderungan di dunia barat lainnya, gaya hidup “kembali ke alam” tersebut, dengan cepat berkembang di Indonesia. Kebiasaan menggunakan tanaman obat untuk pencegahan dan pengobatan penyakit yang biasanya dilakukan orang-orang desa, kini mulai diterapkan orang-orang di kota. Jamu yang semula dikonsumsi masyarakat dengan...

Jumat, 09 September 2011

Omzet Industri Farmasi Tumbuh 12%

Jakarta: Omzet industri farmasi diperkirakan tembus Rp41,99 triliun pada tahun ini atau naik 12% dibandingkan dengan pencapaian 2010 sebesar Rp37,53% triliun, didorong oleh peningkatan konsumsi obat generik. Berdasarkan informasi yang dirangkum Business Monitoring International (BMI), pasar farmasi nasional relative masih kecil dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik. Namun, BMI meyakini beberapa faktor seperti pertumbuhan pasar tahunan, yang dikombinasikan dengan peningkatan jumlah...

Relatif Kecil Jumlah Fitofarmaka Dan OHT Indonesia

JAKARTA : Di Indonesia, baru terdapat lima jenis tanaman yang masuk kategori fitofarmaka. Sedangkan, tanaman obat kategori Obat Herbal Terstandar (OHT) baru sekitar mencapai 17 jenis. Masih sekitar puluhan tanaman obat unggulan lainnya, yang masih harus diujicobakan. “Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah melansir sejak 2003 sekitar 9 tanaman obat siap menjadi fitofarmaka, dan pada 2005 sedikitnya 18 jenis tanaman obat unggulan yang siap menjadi fitofarmaka dan OHT,” ujar Dr. Rifatul Widjhati MSc....

Etnofarmasi suku Tengger desa Ngadas kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang

Bangsa Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan, serta Setiap orang Indonesia pernah menggunakan tumbuhan obat untuk mengobati penyakit dan diakui serta dirasakan manfaat tumbuhan obat ini dalam menyembuhkan penyakit yang diderita. Hal ini didukung dengan banyaknya Sumber Daya Alam yang tersedia. Di seluruh wilayah Nusantara, berbagai suku asli yang hidup di dalam sekitar hutan telah memanfaatkan berbagai...

Kamis, 08 September 2011

Etnofarmasi suku Tengger kecamatan Senduro kabupaten Lumajang

Hutan tropika Indonesia kaya akan tumbuhan obat, terdapat 20.000 jenis tumbuhan obat, 1.000 jenis yang sudah didata, dan 300 jenis dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Sampai tahun 2001 Laboratorium Konservasi Tumbuhan Fakultas Kehutanan IPB telah mendata dari berbagai laporan penelitian dan literatur, tidak kurang dari 2039 spesies tumbuhan obat yang berasal dari hutan Indonesia. Tumbuhan obat merupakan salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk pembuatan obat tradisional. Tumbuhan obat...

Rabu, 07 September 2011

Industri Obat yang Menggiurkan.....

Dari 40.000 jenis flora yang ada di dunia sebanyak 30.000 jenis dijumpai di Indonesia dan 940 jenis di antaranya diketahui berkhasiat sebagai obat yang telah dipergunakan dalam pengobatan tradisional secara turun-temurun oleh berbagai etnis di Indonesia. Jumlah tumbuhan obat tersebut meliputi sekitar 90% dari jumlah tumbuhan obat yang terdapat di kawasan Asia (Puslitbangtri, 1992). Pemanfaatan bahan obat alami menjadi obat tradisional di Indonesia belumlah optimal untuk saat ini. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 246/Menkes/Per/V/1990 ...

Selasa, 06 September 2011

Tanaman yang berguna untuk Obat

Indonesia adalah negara megabiodiversity yang kaya akan tanaman obat, dan sangat potensial untuk dikembangkan, namun belum dikelola secara maksimal. Kekayaan alam tumbuhan di Indonesia meliputi 30.000 jenis tumbuhan dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia, 940 jenis diantaranya merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang telah digunakan (jumlah ini merupakan 90% dari jumlah tumbuhan obat di Asia). Berdasarkan hasil penelitian, dari sekian banyak jenis tanaman obat, baru 20-22% yang dibudidayakan....

Indonesia's Forests in Brief

Indonesia is experiencing one of the highest rates of tropical forest loss in the world.  Indonesia was still densely forested as recently as 1950. Forty percent of the forests existing in 1950 were cleared in the following 50 years. In round numbers, forest cover fell from 162 million ha to 98 million ha.  The rate of forest loss is accelerating. On average, about 1 million ha per year were cleared in the 1980s, rising to about 1.7 million ha per year in the first part of the 1990s. Since 1996, deforestation appears to have increased to an average of 2 million ha per year. Indonesia’s...

Hutan Tropis Ku

Seratus tahun yang lalu Indonesia masih memiliki hutan melimpah, pohon-pohonnya masih menutupi 80-90% dari luas lahan total. Tutupan hutan total pada waktu itu diperkirakan sekitar 170 juta ha. Setiap tahun hutan diyakini mengalami degradai akibat kegiatan manusia. Indonesia kehilangan sekitar 17% hutannya pada periode 1985-1997. Rata-rata negara kehilangan sekitar 1 juta ha hutan setiap tahun pada tahun 1930-an, dan sekitar 1,7 juta ha per tahun pada tahun 1990-an. Sejak tahun 1996, deforestasi...

Sabtu, 03 September 2011

konsep 3R+R GoGreen

Ada 4 konsep Go Geen yang umum dikenal masyarakat, antara lain :Reduce berarti kita mengurangi sampah yang kita hasilkan atau mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan . Kamu dapat melakukan Reduce dengan cara : kurangi belanja barang-barang yang anda yang tidak “terlalu” dibutuhkan seperti baju / celana baru, aksesoris - aksesoris, Kurangi penggunaan kertas tissue dengan menggantinya dengan sapu tangan karena akan dapat dipakai ulang dengan mencucinya, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan melakukan print preview sebelum mencetak, biasakan membaca koran online,...

Go Green?????

Begitu banyak kerusakan alam di dunia. Rusaknya ekosistem alami yang merupakan tempat hidup hewan, tumbuhan, dan juga manusia ironisnya disebabkan dan diperparah oleh aktifitas manusia sendiri. Hal ini menyebabkan maraknya slogan ‘GO GREEN’ untuk menghentikan atau mengurangi kerusakan tersebut. Go Green  adalah gerakan mengajak masyarakat (semua lapisan) untuk ikut berperan aktif sebagai subyek (sebagai pelaku) dalam mendukung inisiatif pelestarian dan penyelamatan lingkungan hidup.  Gerakan Go Green sendiri sudah banyak dilakukan baik oleh pemerintah, perusahaan swasta, maupun masyarakat...

Senin, 29 Agustus 2011

Overcome Global Warming

Ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang. Padahal pemanasan global adalah masalah yang serius. Suhu Bumi yang terus meningkat akan ber efek panjangnya musim kering atau kemarau. Mencairnya gunungan es di kutub. Naiknya permukaan air laut. Dan sulitnya mencari sumber mata air. Kalau sudah begitu siapa coba yang tanggung jawab? Berhubung Masih belum terlalu parah efeknya, mari kita lakukan 14 langkah perubahan menuju hidup yang lebih baik, berkualitas dan ramah lingkungan. 1....

Minggu, 28 Agustus 2011

Global Warming

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua...

Page 1 of 512345Next